Viral video balita terlindas minibus di SPBU, orang tua mesti hati-hati saat berkendara bersama buah hati

Halo Bikerzzz…
Jagad maya dikejutkan dengan video seorang balita yang terlepas dari pantauan orang tuanya saat mengisi BBM di sebuah SPBU, dan balita tersebut terlindas serta masuk ke dalam kolong mobil tersebut. Kejadian memilukan ini terjadi beberapa hari kemarin, tepatnya tanggal 28 November 2020 di SPBU 3440 344 Naung Mekar, Racaekek, Kabupaten Bandung Jawa Barat.

Beruntung nyawa sang anak dapat diselamatkan dan terhindar dari kematian, dan korban langsung dibawa ke Rumah Sakit untuk penanganan secepatnya. Info terakhir dari media, kasus tersebut berakhir dengan perdamaian diantara kedua pihak, baik orang tua si anak maupun si pengemudi minibus.

Rekaman kejadian Balita terlindas minibus di SPBU

Kejadian seperti ini sangat disesalkan bisa terjadi, terlebih menimpa anak-anak yang notabene sangat disayangkan sekali. Postur anak-anak yang kecil, tentu tidak akan dapat menahan beban kendaraan saat terjadi kecelakaan seperti yang terjadi di SPBU tersebut.

Analisa terjadinya kecelakaan
Ada tiga pihak yang setidaknya terlibat dalam kejadian ini. Walaupun tidak menimbulkan korban jiwa, namun ketiga pihak ini harusnya dapat lebih waspada saat kejadian. Orang tua, jelas paling bersalah dalam kejadian ini. Faktor kelalaian, memang menjadi alasan utama, sehingga balita malang tersebut bisa lepas dari pengamatan mereka. Kemudian sopir minibus. Walaupun alasan Blindspot pada area dashboard mobil memang membuat visibilitas pengemudi menjadi berkurang, fokus pada lingkungan terkadang juga berpengaruh. Kondisi seperti lepasnya balita dari pengawasan orang tuanya, seharusnya dapat diberitahukan bagi orang-orang di sekitar lokasi kejadian. Dan pegawai SPBU, kesibukan dalam bekerja dalam mengisi BBM memang relatif tinggi, terlebih pada jam sibuk. Namun sepertinya perlu ada SOP tambahan yang dapat dilakukan minimal untuk mengingatkan para pembeli BBM terutama yang membonceng anak-anak dapat lebih berhati-hati pada saat mengisi ulang BBM.

Tapi apapun itu, bersyukur nyawa si anak dapat tertolong, walaupun sebenernya kejadian ini mengundang keprihatinan gue sebagai orang tua juga di rumah.

Tips berkendara aman saat berboncengan dengan anak-anak
Menurut Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana Makmur Sejati, Main Dealer Honda untuk provinsi DKI Jakarta dan Tangerang yang gue hubungi pada 1 Desember 2020, kejadian memilukan ini sebenarnya dapat dicegah jika kita sama-sama lebih peduli pada lingkungan kita berada, terutama pada saat berkendara. Dan pada saat berkendara bersama anak-anak, butuh fokus lebih agar berkendara dapat berlangsung dengan lancar dan selamat hingga ke tujuan.

Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana Makmur Sejati

Selain membiasakan anak-anak berkendara dengan memakaikan helm dan jaketnya saat berkendara, ada penanganan khusus ketika kita berkendara bersama anak-anak, termasuk salah satunya ketika berhenti sementara saat mengisi ulang BBM atau berhenti sejenak di jalan.

“Pada saat berhenti seperti di SPBU, orang tua tetap harus mengawasi anak-anaknya. Akan lebih aman kalau saat mengisi BBM, istri dan anak dapat berdiri di area yang lebih aman sembari suami mengisi ulang BBM. Biasanya di depan area pompa SPBU, atau mungkin di rest area SPBU. Kemudian hindari area blindspot kendaraan lain seperti mobil, bus atau truk, karena pengemudi kendaraan roda empat memiliki keterbatasan visibilitas akibat bagian-bagian dari mobilnya seperti dashboard, pilar A mobil, dan area yang tidak terlihat oleh spion”.

Kewajiban memeriksa kondisi lingkungan ini tidak hanya berlaku bagi pengendara motor saja, melainkan juga bagi pengemudi mobil. Kemudian bagi pengemudi mobil, alangkah baiknya sebelum mengemudi, melakukan pengecekan di area sekitar mobil seperti di depan bumber, di belakang maupun di samping terlebih dahulu. Agar kita dapat memastikan kondisi di sekitar kendaraan aman terlebih dahulu sebelum berkendara. Biasanya pada saat mengisi BBM, atau pada saat berhenti entah itu di rumah, di minimarket, atau di lokasi lainnya, sambung Agus Sani yang pernah mewakili Indonesia di ajang kompetisi Instruktur Safety Riding Asia Oceania di Sirkuit Suzuka Jepang pada tahun 2018 silam.

Anw, Beberapa pabrikan motor seperti Honda dan Yamaha juga melakukan improvement pada motor-motor yang diproduksi, salah satunya dengan memposisikan tangki bensin di area depan, berpindah dari bawah jok. Hal ini dapat dilihat pada varian Maxi Skutik Honda seperti PCX, ADV, dan Forza, serta juga terdapat pada N-Max, X-Max, FreeGo, Aerox, dll.
Bukan tanpa sebab, selain untuk mengejar Center of Gravity, posisi tangki di depan ini lebih menguntungkan dan lebih aman terutama bagi pengendara yang berkendara membawa anak-anak. Posisi tangki di depan di beberapa tipe motor ini membuat pengendara tidak perlu turun dari motor pada saat mengisi ulang BBM, sehingga bagi pengendara yang membawa anak tetap ada di dalam pengawasan pengendara.

So, mari lebih waspada pada saat berkendara, terutama ketika memboncengi anak-anak. Karena keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita semua, baik sebagai orang tua, maupun orang-orang yang berada di sekitar mereka.
#PapabikerZ

About PapabikerZ 165 Articles
Seorang anak cucu Adam yang bergelut dengan rutinitas duniawi dan mencoba mendokumentasikan beberapa momennya lewat artikel di Wordpress

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan