Pakai Ban Balap buat harian, ketahui dulu plus minusnya!

Halo Bikerzzz…
Dewasa ini, seiring perkembangan zaman dan pertambahan populasi kendaraan bermotor terutama roda dua, tentu kebutuhan akan suku cadang seperti ban akan terus meningkat. Hal ini juga diiringi dengan perkembangan dari industri karet bundar baik di dalam maupun di luar negeri, yang terus bertumbuh dari waktu ke waktu.

Salah satu pabrikan ban dalam negeri yang terus berinovasi dalam menciptakan produk ban motor andalan adalah PT. Suryaraya Rubberindo Industries (PT. SRI) selaku pemegang brand FDR Tire. Dan PT. SRI pun juga terus berinovasi untuk memberikan opsi ban motor terbaik bagi Bikerz Indonesia dan mancanegara tentunya.

Dan bicara mengenai ban motor, umumnya kita mengenal ban motor berdasatrkan jenisnya, yakni ban tube type/ dengan ban dalam serta ban tubeless atau tanpa ban dalam. Sementara itu jika dibagi berdasarkan peruntukannya, kita mengenal ban untuk pemakaian harian dan untuk balapan. Sebenernya, apa sih yang menjadi pembeda dari kedua ban tersebut, nah berikut penjelasannya;

Ban harian, cenderung memiliki kompon intermediet/ sedang dan kompon keras/ hard kompon. Selain itu ban harian memiliki grip/ alur pada telapak ban yang berfungsi untuk memecah air pada saat berkendara di kondisi cuaca hujan ataupun melintasi jalan yang tergenang oleh air.

Profil ban FDR MP76 yang telah tiga tahun terakhir menemani papabikerz berkendara bersama skutik kesayangan

Dan untuk ban balap, menggunakan kompon lunak/ soft compound yang memiliki daya cengkeram yang lebih baik ke aspal, sehingga cocok dipakai untuk kompetisi balap motor. Dan dari permukaan telapak ban, ban balap memiliki kecendrungan minim grip karena dipakai khusus pada lintasan kering, sampai ke tipe multi grip pattern untuk balapan pada kondisi trek basah.

Selain itu, harga juga menjadi pembeda diantara kedua ban tersebut. Jika ban harian dikenal lebih terjangkau dari sisi harga, maka ban balap dikenal memiliki harga yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan ban harian. Wajar dong, beda peruntukan tentu juga beda spek dan harga.

Pengalaman memakai ban FDR MP76
Dan Papabikerz sendiri, punya pengalaman mengendarai motor dengan spek ban balap, baik pada motor matic, maupun pada motorsport milik beberapa orang kolega Papabikerz yang pernah dijajal selama ini. Pengalaman terlama memakai ban balap Papabikerz rasakan pada skutik di rumah milik istri tercinta, yang dipasangi ban FDR MP76.

Impresi berkendara dengan ban FDR MP76 ini juga positif, traksi ban ke aspal juga bagus, baik pada aspal kering maupun basah. Kebanyakan berkendara pada pemakaian harian yang tidak begitu ekstrim seperti pada balapan, Papabikerz mengacungi jempol untuk ban soft compound yang telah tiga tahun dipercaya untuk ban motor di rumah.

Motor yang saban hari dipakai untuk berkendara harian, kadang juga buat anter anak ke sekolah, beli air galon, dipasangi ban balap. Kadang pas di parkiran, masih bisa sedikit pede walau motor yang digunakan telah berumur sebelas tahun, wkwkwkwk

Untung rugi memakai ban balap untuk harian
Sudah barang tentu, setiap pilihan memiliki konsekuensinya masing-masing, termasuk dalam urusan memilih ban motor. Motor yang dipakai saban hari berkendara melintasi berbagai kondisi permukaan jalan dan cuaca, tentu harus dilengkapi dengan pilihan ban yang memiliki kinerja terbaik.

Memilih ban balap untuk pemakaian harian, selain memiliki efek positif, tentu juga memiliki kekurangan. Hal ini wajar, karena peruntukannya yang bergeser dari aslinya untuk kompetisi, menjadi pemakaian pribadi. Nah berikut adalah kekurangan memakai ban balap untuk harian;

1. Ban balap cenderung tidak seawet ban standar
Karena perbedaan pada compound ban, jelas ban soft compound akan lebih dulu habis ketimbang ban standar. Permukaan ban yang lunak jelas tidak akan memiliki milleage yang jauh jika dibandingkan dengan ban harian. Sehingga, keawetan tentu akan menjadi alasan pertama yang harus kalian pertimbangkan.

2. Harga ban balap lebih mahal
Nah, ini adalah alasan berikutnya. Ban balap rata-rata memang lebih mahal dibandingkan ban harian. Perbedaannya dapat berada pada 30 persen atau lebih. Sebagai contoh ban MP 76 khusus Matic ada di harga Rp 304.000,- bandingkan dengan ban lain yang seukuran 90/80 masih dari FDR Tire seperti Sport Zevo yang ada di harga Rp 227.000 alias selisih Rp 77.000. Mungkin selisihnya terasa gak jauh berbeda bagi kalian, tapi harga segini ditambah daya tahan bannya, tentu wajib jadi pertimbangan bagi kebanyakan bikerz yang ingin mengganti ban. Sudahlah tidak awat, mahal lagi, tentu ini akan terasa berbeda jadinya, wkwkwkwk.

3. Ketersediaan ban balap tidak merata
Dan bagi yang tinggal di perkotaan apalagi kota besar, tentu mencari ban balap bukanlah hal sulit. Nah bagaimana dengan bikerz yang tinggal di pedesaan? Banyak toko ban tidak menyediakan ban balap, dikarenakan putaran penjualannya yang tidak secepat ban reguler. Sehingga seringkali ban balap yang diinginkan tidak tersedia di toko ban langganan. Hal ini tentu berbeda dengan ban-ban reguler yang banyak dijual hingga ke pelosok pedesaan.

Testimoni Bikerz pemakaian ban FDR MP76

Dan beberapa waktu lalu, Papabikerz mencoba menjaring aspirasi dan masukan dari para Bikerz pembaca blog papabikerz.com, perihal impresinya dan pengalaman memakai ban balap terutama FDR MP76.

Jadi selain pengalaman papabikerz pribadi, ada dua orang Bikerz yang memberikan testimoninya perihal ban balap yang mereka pakai. Adalah bro Jeri dari Lubuk basung Kabupaten Agam seorang karyawan swasta, menjelaskan pengalamannya dalam menggunakan ban FDR yang setahun lebih telah dipakainya. Cengkraman ban ke Aspal terasa bagus, dan nyaman saat bermanuver di jalan raya.

Pendapat senada juga disampaikan oleh sist Nila, member dari komunitas pengguna motor Honda Scoopy Scoopy Owner Family Padang, yang juga merasakan kesan positif tentang ban FDR MP76 yang terasa ngegrip banget saat dikendarai dalam kondisi panas maupun setelah hujan. Dan keduanya pun juga sependapat tentang harga ban FDR MP76 yang terasa cukup mahal bila dibandingkan dengan ban produksi kompetitor.

Kesimpulan
So, pada hakikatnya, pemakaian ban balap untuk penggunaan harian sih sah-sah aja, alias gak dilarang. Namun dianjurkan, hindari memakai ban tipe slick alias tanpa grip. Ban slick ini memang tidak akan memberikan traksi optimal saat motor melintasi trek basah, setidaknya hal ini akan sangat rawan sekali menyebabkan crash. Ketiadaan grip sama sekali tentu akan mengurangi kemampuan ban dalam menghadapi aquaplaning, selain itu ban slick memang lebih direkomendasikan khusus dipakai pada lintasan balap saja, mengingat skill bikerz yang berbeda satu sama lain, memakai ban slick jelas sebuah perjuadian.

Selain itu, pastikan kalian juga memperhatikan tekanan angin ban, agar tidak menyebabkan kempes dimana hal ini tentu akan memperpendek umur ban itu sendiri. Pastikan tekanan angin ban motor kalian cukup, dan bersihkan permukaan ban dari kerikil ataupun benda asing yang menempel.

Dan terakhir, siapin budget lebih buat ganti ban. Daya tahan ban balap yang dipakai harian tentu akan terbatas, bisa jadi setelah satu tahun, ban kalian harus segera diganti dengan yang baru, atau bahkan bisa jadi lebih cepat tergantung pada intensitas kalian berkendara. Anw, jangan lupa untuk berkendara dengan aman dan santun saat di jalan raya ya. Gak masalah motor kalian motor lawas atau motor baru, motor kecil ataupun motor besar, kesantunan di jalan raya adalah hal yang utama. Jangan kaya influencer karbitan dan para pengendara kacangan yang bikin ulah di jalanan baik dengan ugal-ugalan, balapan liar, hingga mengganggu ketertiban pemakai jalan. Ketertiban dan keamanan di jalan adalah hak dan kewajiban kita bersama untuk mewujudkannya.
#PapabikerZ

About PapabikerZ 230 Articles
Seorang anak cucu Adam yang bergelut dengan rutinitas duniawi dan mencoba mendokumentasikan beberapa momennya lewat artikel di Wordpress

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan