Dilema Bikerz, jadi korban perokok saat berkendara

Halo Bikerzzz…
Dilema, tapi bukan Dilemanya Nelly Ft. Kelly Rowland lho ya. Dilema yang ini ibaratnya kondisi yang sama-sama gak enak gitu. Dibiarin salah, ditegur kadang tetap aja salah. Anw, Berkaca dari Wikipedia, Dilema adalah istilah umum yang merujuk kepada suatu kondisi yang menyulitkan yaitu munculnya sebuah masalah yang menawarkan dua kemungkinan, di mana keduanya sama-sama tidak praktis untuk diterima. Dalam pengertian lain, dilema juga dapat dimaknai sebagai situasi sulit yang mengharuskan orang menentukan pilihan antara dua kemungkinan yang sama-sama tidak menyenangkan atau tidak menguntungkan; situasi yang sulit dan membingungkan. Dilema dapat terjadi dalam semua aspek kehidupan manusia, misalnya asmara, keluarga, persahabatan, minat, dan lain-lainnya yang semuanya menyebabkan seseorang sulit mengambil keputusan.

Oke, itu definisinya. Di internet kita bisa dapatkan banyak ilmu dan wawasan baru setiap hari, kapanpun kita mau.

Nah, kali ini Papabikerz pengen share, sebuah kondisi yang Papabikerz pribadi alami malam ini. Dilema intinya. Mau dibiarkan gimana, ditegur terus gimana. Yaapss, Jum’at malam adalah jadwal Kopdar bareng member Klub tempat Papabikerz bergabung, Honda ADV Indonesia Chapter Padang. Dalam perjalanan dari rumah menuju ke kafe lokasi tongkrongan, dua kali jumpa pengendara lain yang berkendara sambil merokok. Gak hanya berkendara sambil ngerokok, ini Abu rokoknya kaya mengintai mau melukai siapa. Parahnya lagi, di perjumpaan dengan pengendara pertama, hanya berjarak sekitar 1km dari rumah, pas masuk ke jalan raya utama, dan posisi papabikerz ada di belakang motornya, terlihat arang dan abu rokoknya yang masih menyala merah terbang dan nyaris masuk ke mata Papabikerz, untung malam ini pakai helm full face dengan visor clear, jadi yaa aman deh. Cuma ya itu, horror juga sempat visor helm sempat terbuka dan abu rokoknya masuk dan mengenal mata, asyeeem.

Saat kondisinya bergandengan di samping pengendara tersebut, Papabikerz buka visor helm dan nyeletuk ke pengendara yang mengendari motor matic ternyata, minta jangan merokok sambil riding sambil menatap ke pengendara tersebut dan menunjukan gestur menunjuk ke arah tangan kirinya yang terjepit sebatang rokok di jemari tangan kirinya tersebut. Doi hanya bilang siap pak, dah gitu aja.

Ilustrasi perokok. Sumber: Liputan 6.com

Kondisi kedua, Papabikerz jumpai di persimpangan pasar Simpang Haru, warga kota Padang pasti tau nih lokasinya dimana. Pas mau mendahului sebuah LCGC berwarna merah, eh tau-tau beberapa kilatan merah terbang dari arah sisi penumpang depan, arang rokok ternyata gaaeess. Karena kondisinya membahayakan, Papabikerz langsung menyusul dari sisi kiri dan mepetin sisi penumpang mobil tersebut. Kembali, buka visor helm dan ngucapin kalimat, “Pak, abu rokoknya awas, masuk mata orang lain bisa celaka nanti”. Ternyata sosok orang tua yang jadi pelakunya, sontak karena kaget, beliau menjawab, “eh maaf”, sembari beliau angkat tangan kanan ke arah Papabikerz, dan Papabikerz angkat tangan kiri dengan gesture jempol ke atas.

Masalahnya sih simpel, bukan hal yang besar sebesar masalah-masalah klasik seperti dinasti dan korupsi negeri ini, tapi arang rokok yang ukurannya kecil tersebut, akan sangat berbahaya bila sempat masuk ke mata pengendara. Sudah banyak masalah yang ditimbulkan dari kebiasaan para pengendara yang berkendara sambil menikmati kepulan asap rokoknya. Mulai dari kelilipan ringan, sampai yang mengalami luka pada mata hingga yang paling parah mengalami kecelakaan.

Dalam Peraturan Kementrian Perhubungan nomor PM 12 tahun 2019 Pasal 6 Poin C, Pengemudi dilarang merokok dan melakukan aktifitas lain yang mengganggu konsentrasi ketika sedangmengendarai sepeda motor. Aturannya jelas, tapi sayang, penindakan di jalan tidak pernah tegas, terutama oleh aparat yang berwenang. Inilah yang menjadikan kebiasaan berkendara sambil merokok ini tetap jamak ditemukan di jalanan. Bahkan parahnya lagi, beberapa kali papabikerz menjumpai pelakunya malahan mereka yang harusnya menegakkan peraturan tersebut. Kzl kan jadinya.😆

Tips berkendara aman dari pengendara yang merokok
Tidak dapat dipungkiri, dalam berkendara sehari-hari, banyak kita jumpai para pemakai jalan yang berkendara ataupun menumpangi kendaraan sambil menghisap rokok. Hal ini selain tidak beretika, juga rentan membahayakan pemakai jalan lainnya. Arang dan abu rokok yang terbang terbawa angin, bisa menghadirkan petaka. Arang rokok yang masih membara, bisa menyebabkan kebutaan, dan tentu bila itu terjadi akan sangat merugikan, termasuk bisa kita sendiri yang menjadi korbannya.

Jadi agar aman saat berkendara, ada baiknya simak tips berikut;
1. Pakai riding gear yang aman dan nyaman. Helm Open face maupun full face, wajib hukumnya. Abu dan arang rokok yang terbang terbawa angin akan berbahaya sekali bisa sampai di badan, apalagi di bagian mata. Tentu helm dengan visor yang terpasang dengan baik akan sangat membantu terlindung dari abu dan arang rokok. Selain itu, memakai pakaian yang aman seperti baju lengan panjang dan jaket akan sangat membantu melindungi tubuh, termasuk dari kecelakaan saat berkendara.

2. Jaga jarak aman. Terkadang, beriringan dengan kendaraan lain seperti motor dan mobil di jalan raya, selain bahaya akibat blindspot, juga rentan dengan bahaya abu dan arang rokok yang dapat masuk ke mata. Jaga jarak aman dengan tidak terlalu mepet ke kendaraan lain, jangan sampai nanti pas mepet, eh tau-tau sopir atau penumpang mobil di depan kalian, atau mungkin pengendara lain yang merokok, membuang abu rokoknya lewat jendela, malah membuat kalian menjadi korbannya. Mending jaga jarak aman aja kan.

3. Fokus ke jalanan yang dilalui. Kondisi jalanan yang dinamis, dengan berbagai tipe pengendara yang ada di jalanan, membuat kita tidak bisa serta merta merasa aman saat berkendara, termasuk di kampung halaman sendiri. Kondisi jalanan yang cenderung berubah, yang kadang sepi dan kadang ramai, serta tidak dapat diprediksi, tentu butuh fokus yang baik saat kita ada di jalanan, baik untuk berkendara tujuan dekat, maupun tujuan jarak jauh. Fokus dengan keadaan di jalanan, pun saat bertemu dengan pengendara yang terindikasi merokok saat berkendara, ada baiknya dihindari atau bila perlu didahului saja ketimbang harus menjadi korban kelilipan abu rokoknya.

Berbagai alasan kadang dikemukakan oleh perokok yang berkendara ini. Mulai dari menahan kantuk, lelah, atau memang karena faktor kebiasaan merokok sambil berkendara. Namun apapun alasannya, sebagai pengendara yang mungkin saja akan menjadi calon korban abu rokok nyasar tersebut, tentu ada baiknya kita ambil tindakan preventif ketimbang mengobati saat terjadinya musibah kelilipan yang perihnya bukan main.

Dan bagi pengendara yang berkendara, ada baiknya bila terasa kondisi mengantuk atau kelelahan, beristirahat tentu opsi yang paling bijak ketimbang memaksakan diri terus berkendara sembari menghisap rokoknya. Kondisi psikologis setiap pengendara tentu berbeda, tapi ketimbang menimbulkan bahaya bagi pemakai jalan lainnya, ada baiknya juga sama-sama menjaga agar tidak sampai terjadi.

Well, keselamatan berkendara tidak hanya tanggung jawab satu dua orang, melainkan bagi semua orang yang berada di jalanan. Semoga kedepannya, kita bersama dapat lebih mawas diri, dan dapat mengubah kebiasaan yang cenderung membahayakan diri sendiri maupun pengendara lain. Tujuan utama berkendara tak lain dan tak bukan adalah keselamatan gaeesss. Semoga artikel ringan ini dapat menjadi renungan bagi kita semua, Aamiin…
#Papabikerz

About PapabikerZ 158 Articles
Seorang anak cucu Adam yang bergelut dengan rutinitas duniawi dan mencoba mendokumentasikan beberapa momennya lewat artikel di Wordpress

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan